sajada bank syariah2

 

Mengenal Bank Syariah dan Perkembangannya

Keberadaan bank syariah di Indonesia merupakan dampak pengaruh dari perkembangan bank syariah di dunia internasional.

Awalnya disekitaran tahun 1980-an, terdapat lembaga keuangan berbasis syariah dengan nama Baitul Maal wit Tamwil (BMT) di Bandung yaitu BMT Salman dan di Jakarta yaitu Koperasi Ridho Gusti.

Kemudian juga hadir Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Mardhatillah dan BPR Berkah Amal Sejahtera di Bandung yang digagas oleh Institute for Sharia Economic Development (ISED).

Kemudian pada tanggal 18-20 Agustus 1990, diadakanlah sebuah Lokakarya Bunga Bank dan Perbankan di Cisarua, Bogor dimana hasil lokakarya ini akhirnya dibawa sebagai materi yang dibahas dalam Musyawarah Nasional IV MUI di Jakarta pada tanggal 22-25 Agustus 1990.

Hasil munas  IV MUI tersebut merekomendasikan dibentuknya Tim Perbankan MUI untuk menjajaki berdirinya bank syariah di Indonesia. MUI juga melakukan pendekatan kepada ikatan cendekiawan muslim Indonesia(ICMI) yang saat itu juga baru berdiri dan diketuai oleh BJ Habibi. Hasil pendekatan tersebut membuahkan hasil dimana pemerintah pada akhirnya, pada tahun 1992 memberikan dukungan untuk berdirinya bank syariah di Indonesia, berdirilah bank syariah pertama , yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI), walaupun ketinggalan dibanding Malaysia yang telah menerapkan bank syariah pada awal tahun 1983.  

Ternyata hingga tahun 1998 , bank syariah tak terlalu menunjukan perkembangan yang signifikan disebabkan belum adanya payung hukum yang kuat yang mendukung perkembangan bank syariah. Pemerintah saat itu hanya menerbitkan UU No 7 tahun 1992 dan PP No 72 tahun 1992 yang tidak memberikan aturan jelas tentang prinsip bank syariah.

Produk jasa bank syariah juga sangat terbatas dibanding produk yang ditawarkan bank konvensional yang lebih lengkap , mudah dan menguntungkan.

Hanya ada  Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan 76 BPR Syariah di beberapa kota besar di Indonesia. Produk keuangan syariah juga mirip produk bank konvensional yang di syariahkan saja. 

Tahun 1998, akhirnya dikeluarkanlah UU No 10 yang menggantikan UU No,14 tahun 1967 tentang pokok pokok perbankan dimana landasan kelembagaan dan operasional bank syariah menjadi lebih jelas dan lebih kuat. Berdasarkan UU ini lah, akhirnya bank konvensional bisa juga mendapatkan izin dari bank Indoensia untuk membuka Unit Usaha Syariah (UUS) dan kantor cabang syariah (KCS) .

Kemudian diterbitkan pula UU No 23 tahun 1999 yang menggantikan UU No .13 tahun 1968 tentang Bank Indonesia. yang membuat Bank Indonesia mengakui bank Syariah dan bank Konvensional dan mendapatkan kewajiban untuk menyiapkan infrastruktur yang sesuai dengan sistem prinsip keuangan syariah.

Sehingga lahirlah bank syariah baru, yaitu Bank Mandiri Syariah (BMS), BNI syariah (2000) , Bank IFI syariah (2000) , BRI Syariah (2002) , BPD Aceh (2004) hingga saat ini tercatat ada 12 bank umum syariah (BUS) , ada 22 unit usaha syariah (UUS) dan 163 BPRS dengan kantor layanan sebanyak 2.950 unit yang tersebar di 34 provinsi.

Untuk memudahkan transaksi layanan perbankan syariah terdapat 60.922 unit ATM bersama dan 74.050 unit ATM Prima yang berdampak positif yaitu tak sulit lagi mencari cabang bank syariah.

Pada tahun 2008 terbitlah UU No.28 tentang Perbankan syariah, UU ini mengatur tentang akuntansi perbankan syariah, yaitu penerbitan Standar Akuntansi Keuangan Syariah pada tanggal 1 Januari 2009.

 

Mengenal Bank syariah

Bank syariah adalah lembaga intermediasi dan penyedia jasa keuangan yang bekerja berdasarkan etika dan sistem nilai Islam.

 

Prinsip dasar perbankan syariah :

a. bebas dari bunga (riba) ,
b. bebas dari kegiatan spekulatif yang nonproduktif seperti perjudian (maysir)
c. bebas dari hal yang tidak jelas dan meragukan (gharar)
d. berprinsip keadilan, Bebas dari yang rusak atau tidak sah (bathil)
e. hanya membiayai kegiatan yang halal.
(sumber : PPSK BI,2005)

Selain itu bank syariah memiliki orientasi sosial yang mencakup :
a. zakat
b. infaq
c. sedekah (ZIS) baik sebagai pengumpul maupun penyalur. 

Riba

Riba adalah hal yang terlarang dalam Islam. MUI dalam fatwanya per tanggal 25 Januari 2004 yang ditanda tangani KH Ma’ruf Amin telah menyatakan bunga (riba) adalah haram.

Jadi, jelas bunga (interest) adalah haram. Untuk mengganti sistem bunga yang dilarang, sistem keuangan syariah memberikan bagi hasil sebagai jalan keluar yang diperbolehkan.

 

Masyir

Maysir adalah kegiatan spekulatif yang non produktif dan mendekati perjudian dimana ada orang yang ingin mendapatkan sesuatu (uang) tanpa mau bekerja keras. Dengan hanya berharap, bertaruh, berjudi agar mendapatkan uang/penghasilan. 

Sehingga dalam kegiatannya, bank syariah harus memberikan informasi yang setara dan jelas kepada nasabah atau pemilik modal atau peminjam dana sehingga tidak ada informasi yang tidak diketahui atau tidak dipahami.

 

Gharar

Gharar adalah adalah jual beli atau akad yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya kejelasan suatu barang baik dari sisi harga, kwalitas, kwantitas, maupun keberadaannya.

Transaksi yang termasuk dalam kategori Gharar adalah :

    • Penjualan barang yang belum ditangan penjual, misalnya buah/hasil tanaman yang belum matang ,ikan yang belum ditangkap atau produksi yang belum pasti.
    • Penjualan masa depan (future trading)
    • Penjualan barang yang sulit dipindah tangankan
    • Penjualan yang belum ditentukan harga, jumlah dan kualitasnya.
    • Penjualan yang hanya menguntungkan satu pihak saja.

 

 

Kegiatan Usaha yang dijalankan Bank Syariah

1. Penghimpunan dana Bank syariah menghimpun dananya dengan cara mobilisasi dan investasi tabungan.

Dalam konsep keuangan Islam tak diijinkan untuk melakukan penimbunan tabungan dan mengupayakan penggunaan sumber dana secara produktif. Dengan meniadakan sistem bunga (riba) maka bank syariah menggunakan prinsip bagi hasil (mudharabah) dan titipan (wadi’ah) . Bila ditelaah sumber dana bank syariah selain dari penghimpunan dana juga berasal dari modal disetor

 

Secara umum sumber dana bank syariah berasal dari :

a. Modal

Modal adalah bagian terbesar dari dana bank syariah. Rasio yang kecil terhadap modal sangat membahayakan kesehatan bank syariah. Untuk itu bank syariah akan menjaga rasio kecukupan modal . Modal sendiri berasal dari dana yang diserahkan para pemilik sebagai bagian keikutsertaan dalam usaha bank syariah. Untuk menandakan kepemilikan modal maka diterbitkan saham yang disesuaikan dengan besarnya porsi keikutsertaan. Setiap tahun pemegang saham akan mendapatkan bagian bagi hasil usaha yang disebut deviden. Bentuk penyertaan modal dilakukan dengan prinsip musyarakah fi sahm asy-syarikah (equity paticipation)

 

b. Rekening Giro Nasbah bank syariah

Rekening Giro Nasbah bank syariah  bisa menitipkan dananya dalam rekening giro (current account) dengan prinsip al wadi’ah yad –dhamanah (wadi’ah:titipan).

Prinsip ini merupakan perjanjian perwakilan untuk melindungi harta seseorang . Bank boleh menggunakan dana nasabah selama tidak ditarik. Bank hanya bisa menggunakan untuk pembiayaan bagi hasil dalam jangka pendek atau untuk transaksi bank dalam menjaga likuiditas bank dan transaksi jangka pendek.

 

c. Rekening Tabungan Bank syariah

Rekening Tabungan Bank syariah  menerima simpanan dari nasabah dalam bentuk tabungan (saving account) dengan prinsip wadi’ah (titipan), Qardh (pinjaman kebajikan) dan Mudharabah (bagi hasil).

Dalam kegiatan usaha bank syariah, tabungan wadi’ah dan mudharabah akan mendapatkan bagi hasil atau bonus dari usaha kegiatan yang dijalankan bank syariah.

 

d. Rekening investasi umum/Investasi

Rekening investasi umum/Investasi tidak terikat Bank syariah menerima dana nasabah dalam bentuk simpanan deposito berjangka (biasanya lebih dari satu bulan) ke dalam rekening investasi umum (general investment account) dengan prinsip mudharabah al muthlaqah .

Nasabah yang menyimpan dalam rekening investasi memang mencari keuntungan daripada mengamankan dananya. Bila dana mendapatkan keuntungan maka bank syariah akan membagikan keuntungan sesuai kesepakatan awal.

Namun bila terjadi kerugian karena kelalaian bank maka kerugian akan ditanggung pihak bank , sebaliknya bila kerugian bukan karena kelalaian bank maka kerugian akan ditanggung pihak nasabah.

 

e. Rekening Investasi khusus/Investasi terikat

Rekening Investasi khusus/Investasi terikat (special investment account) yang biasanya dalam jumlah besar dan dilakukan investor besar atau institusi. Prisip yang digunakan mudharabah al-muqayyadah.

Investor diperbolehkan memilih proyek yang disukai. Jangka waktu dan besarnya bagi hasil disepakati bersama dan hasilnya berdasarkan keberhasilan proyek investasi yang dipilih.

f. Obligasi syariah

Obligasi syariah dalam mencari sumber dana jangka panjang (lima tahun atau lebih) bank syariah menerbitkan obligasi syariah . Dana yang didapat digunakan dalam pembiayaan dan transaksi jangka panjang. Prinsip yang digunakan mudharabah (bagi hasil) dan ijarah (sewa).

 

2. Penyaluran Dana Bank syariah sebagai lembaga intermediasi , juga menyalurkan dana dalam bentuk pembiayaan.

Bentuk utama prinsip pembiayaan yang dilakukan bank syariah :

  • Mudharabah dan Musyarakah (pola ini menggunakan prinsip bagi hasil) .
  • Murabahah dan Salam (pola ini menggunakan prinsip jual beli),
  • ijarah ( pola ini menggunakan sewa operasional maupun finansial) .

Bank syariah juga memiliki produk pelengkap berbasis jasa (fee based services) seperti qardh .

 

Dalam pembiayaan, bank syariah menetapkan pembiayaan bagi hasil dan pembiayaan nonbagi hasil. Penerapan berbeda ini disebabkan perbedaan posisi bank syariah dalam setiap transaksi.

  • Pada prinsip bagi hasil ditetapkan bahwa kerugian dan keuntungan ditanggung bersama baik bagi pemilik dana maupun pengusaha.
  • Pada pembiayaan nonbagi hasil , bank syariah tidak berperan sebagai bank investasi namun berperan sebagai perusahaan dagang (merchant bank) dan leasing company .

Dengan begitu bank syariah akan menggunakan prinsip marabahah dan salam (prinsip jual beli) dan ijarah (prinsip sewa operasional) termasuk prinsip qardh , pembiayaan pelengkap yang berbasis jasa (fee based services).

 

Pembiayaan yang tersedia di bank syariah :

  • Pembiayaan multi jasa /KTA untuk keperluan pendidikan, pernikahan, kesehatan, dll·
  • Pembiayaan kepemilikan rumah iB.
  • Pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor iB.
  • Kartu kredit iB · - Pembiayaan dana berputar iB.
  • Pembiayaan menengah dan korporasi iB·
  • Pembiayaan mikro dan kecil iB.
  • Pembiayaan sindikasi.
  • Pembiayaan dana talangan.
  • Pembiayaan ke sektor pertanian.
  • Pembiayaan rekening koran.

Pola pembiayaan bank syariah memang berdimensi universal (multi purpose bank).

Bank syariah dapat melakukan banyak jenis pembiayaan. Seperti pembiayaan dengan prinsip ijarah wa intiqna atau ijarah muntahiya bittamlik (IMB) dimana transaksi sewa beli dimana diakhir periode terjadi alih kepemilikan obyek sewa, contoh paling mudah adalah pembelian sepeda motor dengan cara mencicil dimana diakhir periode maka sepeda motor akan jadi milik di pengangsur.

 


3. Jasa Pelayanan

  • Kartu kredit syariah

Kartu kredit syariah dengan prinsip kafalah (akad penjaminan) . Nasabah bisa mengalihkan tanggung jawabnya kepada bank dengan akad qardh (utang) atau dengan akad hiwalah (pengalihan utang).

  • Transaksi valuta asing

Transaksi valuta asing untuk memudahkan transaksi internasional nasabah yang membutuhkan. Kegitan bisnis seperti transfer uang, inkaso dan kliring bisa dilakukan bank syariah.

  • Penerbitan letter of credit (L/C ) 

Penerbitan letter of credit (L/C ) syariah dengan prinsip wakalah atau kafalah untuk menjalankan transaksi ekspor impor.

  • Layanan jasa nonkeuangan 

Layanan jasa nonkeuangan seperti pelayanan titipan wadi’ahyad amanah atau safe deposit box.

Gambar Pembagian Jenis Transaksi syariah | sumber : PPSK BI,2005

 

4. Kegiatan yang berorientasi pada kesejahteraan sosial.

Bank syariah memiliki divisi yang menerima dan menyalurkan zakat, infaq dan sadaqah.

Ada tiga hal yang menjadi ciri khas yang hanya ada di bank syariah :

1. Qardhul Hasan , memungkinkan nasabah mendapat dana talangan jangka pende ketika nasabah dalam kesulitan mendesak.

2. Qardhul hasan adalah transaksi yang tidak ada didalam bank konvensional , inilah pembeda antara bank syariah dan bank konvensional

3. Misi sosial yang dilakukan bank syariah akan meningkatkan citra yang baik didalam pandangan masyarakat luas.

 

Kelebihan dan Kekurangan Bank Syariah

Kelebihan dan Kekurangan Bank Syariah menurut Karnaen Perwataatmadja dan M Syafi’I Antonio, penulis buku “Apa Dan Bagaimana Bank Islam” :

 

Kelebihan bank syariah

  • Kuatnya ikatan emosional keagamaan antara pemegang saham,pengelola bank,dan nasabahnya.Dari ikatan emosional inilah dapat dikembangkan kebersamaan dalam menghadapi risiko usaha dan membagi keuntungan secara jujur dan adil.
  • Keterikatan secara religi, maka semua pihak yang terlibat dalam bank Islam adalah berusaha sebaik-baiknya dengan pengalaman ajaran agamanya sehingga berapa pun hasil yang diperoleh diyakini membawa berkah.
  • Fasilitas pembiayaan (al=mudharabah dan al-musyarakah) yang tidak membebani nasabah sejak awal dengan kewajiban membayar biaya secara tetap.hai ini adalah memberikan kelonggaran psikologis yang diperlukan nasabah untuk dapat berusaha secara tenang dan sungguh-sungguh.
  • Sistem bagi hasil, untuk penyimpan dana setelah tersedia peringatan dini tentang keadaan banknya yang bias diketahui sewaktu-waktu dari naik turunnya jumlah bagi hasil yang diterima. Kelima, penerapan sistem bagi hasil dan ditinggalkannya sistem bunga menjadikan bank Islam lebih mandiri dari pengaruh gejolak moneter baik dari dalam maupun dari luar negeri.

 

Kelemahan Bank Syariah

  • Terlalu berprasangka baik kepada semua nasabahnya dan berasumsi bahwa semua orang yang terlibat dalam bank Islam adalah jujur. Dengan demikian bank Islam sangat rawan terhadap mereka yang beritikad tidak baik, sehingga diperlukan usaha tambahan untuk mengawasi nasabah yang menerima pembiayaan dari bank syariah.
  • Memerlukan perhitungan-perhitungan yang rumit terutama dalam menghitung bagian laba nasabah yang kecil-kecil dan yang nilai simpanannya di bank tidak tetap. Dengan demikian kemungkinan salah hitung setiap saat bisa terjadi sehingga diperlukan kecermatan yang lebih besar dari bank konvensional.
  • Karena bank ini membawa misi bagi hasil yang adil, maka bank Islam lebih memerlukan tenaga-tenaga profesional yang handal dari pada bank konvensional. Kekeliruan dalam menilaui proyek yang akan dibiayai bank dengan system bagi hasil akan membawa akibat yang lebih besar daripada yang dihadapi bank konvensional yang hasil pendapatannya sudah tetap dari bunga. (saksono)
  • Bank konvensional merupakan bank yang paling banyak beredar di Indonesia. Bank umum mempunyai kegiatan pemberian jasa yang paling lengkap dan dapat beroperasi diseluruh wilayah Indonesia.

 

Tentunya keberadaan Bank Syariah masih melahirkan perbedaan pendapat dari para ulama. Hanya saja jika dibandingkan dengan Bank konvensional atau bagi umat muslim yang belum bisa mengindar dari menggunakan Bank Konvensional, tentunya pilihan menggunakan Bank Syariah menjadi pilihan yang lebih tepat.

Berbagai kelemahan dan kekurangan tentunya pasti ada mengingat hal ini masih terus berproses atau masih terus diperjuangkan oleh pejuang-pejuang ekonomi muslim yang memimpikan sistem perekonomian yang syariah. 

 

SAJADA Media Islam Inspiratif 

NEWS

Tata Cara Pengurusan Sertifikat Halal MUI

 

Sertifikat Halal MUI adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syari’at Islam. Sertifikat Halal MUI ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang. 

Sejumlah Ulama Mengutuk Aksi Teror Bom

 

Kejadian teror bom di Surabaya dan tempat-tempat lainnya yang baru-bara saja terjadi cukup kembali membuat semua pihak geram. Berbagai ulama di Indonesia pun menyampaikan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan dalam agama dan mengutuk siapa pun pelakunya. 

Tabligh Akbar Politik Islam - Subuh Berjama'ah di Masjid Al Azhar

 

Semenjak bergulirnya masalah "Penistaan Al qur'an", terlepas dari masalah itu sendiri, rupanya membawa dampak positif, yaitu merekatnya kembali ukhuwah Islamiyah.  

Akhir Dakwah Petinju Legendaris, Muhammad Ali

 

Usai bersyahadat, Petinju legendaris yang dijuluki The Greatest (terbesar), Muhammad Ali berkata, ”Aku meyakini bahwa aku sedang berada di depan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia.”

Akankah ukhuwah Islamiah akan tetap terjaga setelah Kemenangan?

 

Umar Bin Khattab berkata, “Sesungguhnya setelah ada kesempurnaan itu hanyalah ada kekurangan.” Jika ukhuwah islamiyah ini merupakan tanda kemenangan, maka yang pantas dikuatirkan adalah saatnya kemunduran.

EKONOMI SYARIAH

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya. 

Wujudkan Indonesia Sebagai Kiblat fashion Muslim Dunia

 

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Potensi ini harus menjadi sebuah modal awal untuk melangkah sebagai pemain terdepan. 

Peduli Masyarakat Sekitar, AXA Mandiri dan BAZNAS Salurkan Paket Ramadhan Bahagia

 

Pada tahun 2015 AXA Mandiri telah menyediakan perlindungan asuransi syariah melalui lebih dari 20 ribu polis asuransi dan pada tahun 2016 meningkat menjadi lebih dari 33 ribu polis asuransi syariah. 

Ethis Crowd Mengenalkan Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Di tengah bangkitnya pilar-pilar ekonomi berbasis syariah, Ethis Crowd mengenalkan fintech crowd founding properti berbasis syariah pertama di dunia.

Kongres Ekonomi Umat 2017

 

Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) diselenggarakan pada 22-24 April 2017 di Hotel Sahid, Jakarta. 

BELAJAR

Bab: Penjelasan tentang iman yang dengannya bisa memasukkan ke dalam surga

2 KITAB: IMAN

Bab: Penjelasan tentang iman yang dengannya bisa memasukkan ke dalam surga

 

Bab: Penjelasan tentang status keimanan seseorang yang mengucapkan kepada saudaranya sesama muslim "Wahai kafir"

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Penjelasan tentang status keimanan seseorang yang mengucapkan kepada saudaranya sesama muslim "Wahai kafir"

 

Bab: Penjelasan tentang sifat Munafik

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Penjelasan tentang sifat Munafik

 

Bab: Shalawat atas Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam setelah tasyahud

5 KITAB: SHOLAT

Bab: Shalawat atas Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam setelah tasyahud

 

Bab: Sifat-sifat Islam

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Sifat-sifat Islam

 

TAUSIYAH

Mintalah Pertolongan Allah

 

Pernahkah kita merasa berada di titik nadir, dimana kesulitan yang kita miliki seolah-olah sudah tidak ada lagi jalan keluarnya?

Sarung

 

Catatan kali ini bercerita tentang sebuah benda yang sangat terkenal. Biasa dipakai oleh kaum laki-laki dewasa untuk menghalau angin malam saat ronda, sebagai pelindung dari gigitan nyamuk saat tidur.

Balasan Surat Cinta Karena Allah (Berbeda Tetapi Tetap Sayang)

 

Sungguh Allah telah memuliakan kita dengan Islam dan Iman sebagaimana pernyataan sahabat mulia Umar bin Khottob Radiallahu Anhu

Usia 40 Tahun, Belum Ada Minat Terhadap Agama, Pertanda Buruk Sisa Umur

 

Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. 

Bersabar Saat Dalam Kesempitan Rezeki

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan akan menimpamu, namun yang aku takuti ketika dunia dihamparkan kepadamu.”

(HR. Bukhari Muslim)

SEJARAH

Kisah Nabi Sulaiman, Semut & Cacing Buta

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

KH. Ahmad Dahlan

 

Pada usia 15 tahun, beliau berhaji sekaligus menuntut ilmu ke Mekah. Selama 5 tahun berguru kepada banyak tokoh besar Islam dunia, beliau juga mulai bersentuhan dengan berbagai pemikiran Islam pembaharu. 

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia. 

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

REFERENSI

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Abdullah Gymnastiar 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Abdullah Gymnastiar 2017 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Syafiq Riza Basalamah

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz  Syafiq Riza Basalamah

Sabtu 20 Mei 2017

Kajian Dhuha 09.00 | Akankah Lebih Baik?
Masjid Raya Al Musyawarah, Jl Boulevard Kelapa Gading 
Jakarta Utara 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Buya Yahya 27 Mei - 14 Juni 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Buya Yahya 27 Mei - 14 Juni 2017 

Muhammad Arifin Ilham

 

Muhammad Arifin Ilham lahir di Banjarmasin, 8 Juni 1969; umur 46 tahun) adalah seorang pendakwah atau da’i. Ia mendirikan majelis taklim bernama “Adz-Dzikra” pada tahun 2000. 

Syafiq Basalamah

 

Merupakan alumni Pesantren Islam Al Irsyad Bondowoso. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Madinah, dengan predikat “Summa Cumlaude”. 

DOA

Doa Sebelum Makan & Sesudah Makan

 

Allahuma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannaar.


Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa muslimin.

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

 

Bismika Allahuma Ahya Wa Amuut.

Alhamdulillahi ladzi Ahyana Ba'da Maa Amaa Tanaa Wa ilaihin Nusyuur.

Doa-Doa Para Nabi & Rasul

 

Doa Nabi Adam 

“Robbana zholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin“  

Doa Sebelum dan Sesudah Belajar

 

Robbii Zidnii ‘Ilmaa, Warzuqnii Fahmaa, Waj’alnii Minash-Shoolihiin

Ya Allah Tambahkanlah aku ilmu, Dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh.

Doa Sebelum (Niat) dan Sesudah Wudhu

 

Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaaffi ta’aalaa

Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah semata