foto : arrahmah.com


Pertemuan (Multaqa) Ulama dan Da'i se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa ke-V telah berlangsung (03/07/2018) dan ditutup (03/07/2018) di Grand Hotel Jakarta.

Acara ini diselenggarakan oleh Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara yang diketuai Al Ustaz Dr. Muhammad Zaitun Rasmin bekerja sama dengan Yayasan al Manarah Al Islamiyah yang diketuai oleh Syekh Khalid Al Hamudy, dan didukung oleh Pemprov DKI Jakarta.

Forum internasional ini sendiri telah menjadi agenda tahunan dari program kerja Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara sejak didirikannya pada tahun 2014.

Peserta yang hadir dalam pertemuan ini merupakan para undangan dari dalam negeri dan luar negeri yang terdiri dari para ulama, cendekiawan, dai.

Acara ini yang mengusung tema “Wa’tashimu…” (berpegang teguhlah kalian semua…) ini juga dipadati oleh utusan pimpinan ormas Islam seperti MUI, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, PERSIS, Wahdah Islamiyah, Dewan Dakwah Islamiyah, FPI, Al Irsyad, Syarikat Islam, An Najat al Islamiyah, PUI, Al Washliyah, Hidayatullah, GP Anshar dan sebagainya.

Tampak hadir ustadz yang dikenal luas oleh masayarakat muslim di Indonesia, diantaranya,Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Zaitun Rasmin, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Felix Siaw dan sebagainya.

Dengan tokoh ulama yang mewakili sebagai tuan rumah sekaligus keynote speaker adalah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.

Dalam kesempatan ini, Ustadz Adi Hidayat sempat menyampaikan tentang sejarah bahwa pendiri NU dan Muhammadiyah merupakan berasal dari satu keturunan ulama, yaitu Syekh Maulana Ishak dan nasabnya pun masih menyambung hingga ke Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sehingga hubungan persaudaraannya selain meliputi hubungan bangsa, keturunan hingga ke tanah haram.

Ustadz Abdul Somad dalam pertemuan ini juga berkesempatan menceritakan kisahnya saat belajar di Maroko mengenai perbedaan mahzab saat berwudhu. Dari cerita tersebut, beliau menganggap bahwa ada masalah yang lebih penting dari sekedar menonjolkan perbedaan dengan mengutip pendapat Hassa Albanna, "Kita saling tolong pada yang kita sepakat dan berlapang dada dengan yang kita tidak sepakat.

Pertemuan ini juga dihadiri dan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Beliau mengatakan dalam sambutannya, "Islam sebagai agama perdamaian tentu merupakan suatu kewajiban kita semua untuk mendorong. Tapi tidak cukup perdamaian, harus diimbangi kemajuan bangsa itu sendiri,"

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan pun turut hadir, menurut pendapatnya, pertemuan ulama dan dai ini merupakan momen untuk menggaungkan dan menunjukkan persatuan di Indonesia kepada masyarakat internasional.

Dalam sambutannya Anies mengatakan, “Membangun persatuan di Indonesia bukan berarti kita menghilangkan masalah, tetapi dari waktu ke waktu kita sebagai bangsa selalu bisa menyelesaikan masalah dan menjaga persatuan, dan mungkin dunia Islam bisa belajar banyak dari bagaimana persatuan di Indonesia bisa dibangun.”

Anies berterima kasih atas dipilihnya kembali Jakarta sebagai tuan rumah dan penyelenggara Multaqo tingkat internasional. Terlebih Jakarta merupakan replika dari keberagaman Indonesia sebagai sebuah bangsa.

Adapun ustadz manca negara yang diundang antara lain Syaikh Abduraheem Cruzz (Fillipina), Syaikh Aamiya (Sudan), Syaikh Abdurahman Lee (Korea), Syaikh Washeem (Australia), Ustaz Dawuud (UK), Ustaz Abdullah Taki (Japan), Syaikh Khibar dari Jeddah dan sejumlah Imam Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah,

 

Pertemuan ini menyepakati untuk mendeklarasikan keputusan-keputusan dan rekomendasi sebagai berikut:

  • Menekankan pentingnya rahmat dalam Islam dan hidup berdampingan secara damai dan harmoni antara Muslim dan non-muslim dan bahwa cinta terhadap kebaikan antar sesama merupakan hal yang baik, maka seharusnya tidak menginginkan keburukan untuk dirinya sendiri dan orang lain
  • Untuk mencapai persatuan dan kesatuan di antara umat. Perlu berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi yang sejalan dengan kaidah-kaidah ilmiah dan praktis yang telah disusun oleh para ulama otoritatif dari masa ke masa.
  • Pentingnya membangun kemitraan kerja sama antara lembaga-lembaga dakwah dengan berbagai lembaga-lembaga ilmiah dan pendidikan baik pemerintah atau swasta, dalam rangka mencapai perdamaian, stabilitas, kemajuan, pembangunan dan kemakmuran dalam naungan ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  • Meningkatkan peran strategis lembaga-lembaga dakwah dan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muslim di berbagai bidang dan disiplin ilmu dalam rangka mewujudkan misi “khairu ummah” dan “ummatan wasatha”.
  • Memperkuat posisi keluarga sebagai institusi terkecil dan pondasi dasar bangsa dan negara, melalui pendidikan dan pengembangan karakter yang mulia yagn sejalan dengan ajaran Islam yang hanif.
  • Mendorong para ulama dan da’i untuk melakukan revolusi penyampaian dakwah yang cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) dan media sosial sebagai media untuk menyampaikan dakwah Islam yang berorientasi kepada budaya literasi.
  • Mengingat Indonesia adalah negara Muslim terbesar dalam hal jumlah penduduk, ia harus memainkan peran utama dalam menciptakan perdamaian dunia melalui dakwah dan pendidikan yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang benar.
  • Karena Jakarta sebagai Ibu Kota Negara memiliki berbagai keragaman agama, etnis, sosial, budaya dan lain-lain, maka setiap orang yang bekerja di bidang dakwah Islam harus mengambil metode dan strategi yang dapat membina dan mempertahankan kohesi sosial.
  • Memperkuat kedudukan kota Jakarta sebagai pusat Peradaban berbasis Dakwah dan Pendidikan Islam di konteks nasional dan internasional.
  • Membentuk panitia khusus untuk merealisasikan seluruh keputusan forum multaqa ini dengan melibatkan semua unsur-unsur terkait.

 

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif 


 

BERITA

Awas Iklan & Web Bertopeng Islam Mencatut Nama Nabi Isa - Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus

 

Saat berkunjung ke media online islami, pengunjung sering menemukan iklan yang memunculkan wajah Yesus atau Isa Almasih, yang tentunya wajah khayalan versi umat Kristen. Yang menarik didalam iklan tersebut, iklan tersebut, terdapat tulisan-tulisan yaitu penggalan terjemahan dari Alquran surat Alfatihah ayat 6, yaitu : "Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus", "Nama Isa Almasih" hingga "Akulah Jalan Yang Lurus".

 

Merayu Ulama & Membuka Deislamisasi Sejarah

 

Sejak jaman Indonesia baru merdeka hingga sekarang, Ulama dicari disaat butuh, kemudian dipinggirkan bahkan dimusuhi saat hajat politik telah terpenuhi.

Kali ini kita berharap ulama hanya membantu pihak yang benar-benar akan memperjuangkan Islam, bukan melalui 'Janji Politik' tetapi melalui 'Kontrak Politik' yang jelas dan tegas mengenai apa saja yang akan diperjuangkan beserta konsukuensi jika tidak dilakukan.

Berbagai Sudut Menarik Yang Terlewatkan di Masjidil Haram

 

Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi adalah masjid terbesar di dunia. Saking besarnya, kita mungkin tidak sempat menjelajahi seluruh bagian masjid. 

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), Turki

 

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), TurkiMasjid Sultan Ahmed (Sultan Ahmed Camii) atau Masjid Biru (Blue Mosque) adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di Istanbul, Turki. Sebuah situs wisata populer di Turki. 

Dompet Dhuafa Kirim Dai Ambassador ke Berbagai Negara

 

Dompet Dhuafa akan mengirimkan 25 Dai Ambassador ke berbagai negara selama bulan suci Ramadhan. Tahun ini merupakan kali keenam Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengirimkan dai ke luar negeri secara berturut-turut sejak 2013 

TAUSIAH

Syafiq Basalamah

 

Merupakan alumni Pesantren Islam Al Irsyad Bondowoso. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Madinah, dengan predikat “Summa Cumlaude”. 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Abdullah Gymnastiar 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Abdullah Gymnastiar 2017 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Habib Muhammad Rizieq Syihab

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Habib Muhammad Rizieq Syihab Rabu 17 Mei 2017 

Doa Sebelum dan Sesudah Belajar

 

Robbii Zidnii ‘Ilmaa, Warzuqnii Fahmaa, Waj’alnii Minash-Shoolihiin

Ya Allah Tambahkanlah aku ilmu, Dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh.

Berbeda Tetapi Tetap Sayang

 

Sungguh walau kami berdua berbeda faham, tetapi beliau mau hadir untuk memberi tausiyah walau tidak ikut zikir bersama. Beliau tidak berqunut, tetapi saat sholat subuh di mesjid Az Zikra disamping abang, beliau ikut berqunut.

BELAJAR ISLAM

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

Hukum Dalam Fiqih

Hukum Dalam Fiqih Terbagi Menjadi Lima

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia. 

Pembagian Hukum Fiqih Ibadah

Ibadat dalam ilmu fiqih terbagi atas 5 bab, yaitu Thaharah, sholat, puasa, zakat dan haji

KH. Ahmad Dahlan

 

Pada usia 15 tahun, beliau berhaji sekaligus menuntut ilmu ke Mekah. Selama 5 tahun berguru kepada banyak tokoh besar Islam dunia, beliau juga mulai bersentuhan dengan berbagai pemikiran Islam pembaharu.