sajada khilafiah

 

Akankah ukhuwah Islamiah akan tetap terjaga setelah Kemenangan?

 

Pada saat puncak kemenangan Islam, setelah Rasulullah SAW menyampaikan khutbah Arafah, para sahabat sangat gembira dan mereka saling berkata kepada sesamanya, “Agama kita telah sempurna!!”

Tetapi, ternyata ada berapa sahabat Rasulullah ini menyikapinya dengan menangis, yaitu Umar Bin Khattab RA dan Abu Bakar Shiddiq RA, Ada apakah gerangan?

Umar Bin Khattab RA justru menangis. Lantas merekapun menanyakan sebabnya dan Umar pun berkata, “Sesungguhnya setelah ada kesempurnaan itu hanyalah ada kekurangan.”

Begitu pula Abu Bakar RA, wajahnya langsung pucat pasi setelah Nabi SAW menyampaikan wahyu tersebut. Ia segera pulang ke rumahnya dan menangis tersedu-sedu di sana.

Beberapa orang sahabat datang ke rumah Abu Bakar, dan salah seorang dari mereka berkata, “Wahai Abu Bakar, mengapa engkau menangis justru pada saat yang menggembirakan ini, bukankah Allah telah menyempurnakan agama kita?”

Abu Bakar berkata, “Wahai para sahabat, kalian semua tidak menyadari musibah yang akan menimpa kalian ini. Bukankah kalian telah mengetahui, jika suatu perkara telah sempurna, maka akan terlihat kekurangannya, Ayat ini mengisyaratkan akan perpisahan kita dengan Rasulullah."

Itu adalah sekelumit kisah yang kita sudah sering mendengarnya. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.


Kemana arah ukhuwah islamiah setelah kemenangan?

Perjalanan panjang masyarakat muslim yang melakukan aksi yang kita kenal dengan aksi 212, akibat tersakiti oleh pernyataan yang menodai Al Qur'an tampaknya telah menunjukkan hasil.

Yang bersangkutan telah mendapat vonis yang dianggap telah memenuhi unsur keadilan.

Dan yang paling penting dari peristiwa ini adalah sempat terjalinnya ukhuwah islamiyah dari berbagai organisasi resmi hingga kelompok non organisasi yang bernafaskan Islam.

Semuanya bersepakat untuk terhadap yang mereka sepakati, yaitu membela Al qur'an dan bersepakat untuk saling toleransi terhadap apa yang mereka tidak bersepakat (misal masalah khilafiah).

Walaupun memang tetap ada sekelompok muslim yang "keras terhadap sesama muslim tetapi berlemah lembut terhadap mereka yang memusuhi Islam", mudah-mudahan Allah memberikan hidayah.

Jika ukhuwah islamiyah ini merupakan tanda kemenangan, maka yang pantas dikuatirkan adalah saatnya kemunduran, sebagaimana sedihnya sahabat Abu Bakar RA dan Umar Bin Khattab RA, saat di puncak kemenangan Islam.

Akankah perbedaan-perbedaan antara kelompok muslim akan kembali menjadi tembok besar yang memisahkan ukhuwah, saat sudah tidak ada lagi musuh bersama?

Bukankah Perang Jamal, Shiffin dan Karbala terjadi setelah Islam telah berhasil menaklukkan Romawi dan Persia?

Arah anak panah Cyberwar yang tadinya mengarah pada lawan tampaknya sudah mulai kembali saling mengarah kepada masing-masing kelompok muslim.

Mudah-mudahan kita sama-sama menyadari bahwa retaknya ukhuwah Islamiyah dengan saling menyerang antara kita akan membuat musuh-musuh Islam dapat dengan mudah menyerang kita, bahkan tanpa mengotori tangannya yaitu dengan mengadu domba kita.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745). 

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 

Baca Juga :

Takutnya Musuh Islam Dengan Terjalinnya Ukhuwah Islamiyah

 

 


BERITA

Takutnya Musuh Islam Dengan Terjalinnya Ukhuwah Islamiyah

Saat ini terlalu banyak kita menyaksikan hal-hal ironis dimana kita sangat mesra dengan mereka yang memusuhi Islam tetapi sangat keras terhadap sesama ahlussunnah waljamaah.

Saat Majelis Ilmu Dibubarkan, Siapa Yang Diuntungkan?

Jika sahabat Rasulullah SAW yang bertemu dan mendapat gemblengan langsung dari Rasulullah SAW saja bisa berbeda pendapat, apalagi umat Islam saat ini yang jenjang waktunya sangat jauh dari masa Rasulullah SAW.

Masa Depan Rusia Akan Menjadi Milik Pemeluk Islam

Saksikanlah, barisan jutaan umat manusia yang beribadah dengan sangat teratur dan mengikuti shaf mereka masing-masing, dan hal itu tidak perlu diajarkan. Mereka berbaris dengan tertib tanpa harus diperintah.

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), Turki

Masjid Sultan Ahmed (Sultan Ahmed Camii) atau Masjid Biru (Blue Mosque) adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di Istanbul, Turki. Sebuah situs wisata populer di Turki.

Kenali Kelompok & Aliran Dalam Islam di Indonesia

"Sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang semuanya berada di Neraka, kecuali satu golongan".

TAUSIAH

Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat menyelesaikan pendidikan pasca sarjana nya  di Islamic Call College Tripoli, Libya dan pendidikan magister nya di Agama Universitas Islam Negeri ( UIN ) Sunan Gunung Djati Bandung.

Muhammad Arifin Ilham

Muhammad Arifin Ilham lahir di Banjarmasin, 8 Juni 1969; umur 46 tahun) adalah seorang pendakwah atau da’i. Ia mendirikan majelis taklim bernama “Adz-Dzikra” pada tahun 2000.

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Yusuf Mansur 2017

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Yusuf Mansur 2017

Abdul Somad, Lc. MA

Ustadz Abdul Somad, Lc. MA banyak dikenal di kalangan netizen. Ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata membuat ceramah Ustadz Abdul Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat.

Diskusi Kedai Kopi 3a (Islam?)

"Bukan aku yang harus mendifinisikannya, tapi biarlah Dia yang mengenalkan diri-Nya kepada mu melalui perkataan-Nya dalam kitab suci Al Qur'an yang dititipkan melalui Nabi Muhammad SAW dalam surat Al Ikhlas : 1-4"

BELAJAR ISLAM

Sholat Fardhu 5 Waktu

Sholat Fardhu (Sholat 5 Waktu) adalah kewajiban medirikan sholat sebanyak lima kali dalam satu hari diwaktu yang telah ditentukan bagi setiap muslim, baik laki laki maupun perempuan. Sholat Fardhu (Sholat 5 Waktu) merupakan rukun kedua dari 'Rukun Islam'.

Pembagian Hukum Fiqih

Fikih (Fiqh) adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Allah.

Tanda Baca (Harakat)

Harakat (Arab: حركات, dibaca harakaat) digunakan untuk mempermudah cara melapazkan huruf dalam tiap ayat Al Quran. 

Syarat Sah Sholat

Untuk melaksanakan Sholat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sholat yang kita lakukan menjadi sah atau  diterima oleh Allah SWT.

Nabi Ayyub AS

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.