sajada sabar kesulitan

 

Bersabar Saat Dalam Kesempitan Rezeki 

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan akan menimpamu, namun yang aku takuti ketika dunia dihamparkan kepadamu.”

(HR. Bukhari Muslim). (Hadits riwayat Muslim, al-Bukhari, dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam
kitab tentang Zuhud hal.73)


Dimana keadilan itu?
Saat sebagian manusia mengais-ngais sampah untuk bisa makan...
Sebagian manusia yang lainnya diberikan nikmat berlebih yang tak akan habis,
Bahkan hingga berlapis keturunan.
Ternyata tempat menuntut keadilan...
Memang bukan disini.


Bagi kita yang sedang merasa dalam kesempitan rezeki berupa harta, sepertinya seolah dunia bukan diciptakan untuk kita.

Pendapat kita menjadi sangat tak penting, bahkan kehadiran kita seolah menjadi beban dan seringkali malah dihindari atau kita sendiri yang menghindar.

Sementara bagi mereka yang sedang diberikan kelapangan rezeki berupa harta, sepertinya dunia adalah hadiah yang indah atas kerja keras atau kehebatan mereka.

Pendapat mereka menjadi sangat penting karena terbukti mendatangkan kenyamanan, bahkan kehadirannya selalu dikerumuni agar bisa mendapat kemurahan hatinya atau setidaknya bisa terlular keberuntungannya.

Bagi kita yang sedang merasa dalam kesempitan rezeki, Kemiskinan kita pun seringkali dikaitkan dengan azab atas dosa-dosa besar yang pernah kita lakukan.

Sementara bagi mereka yang sedang diberikan kelapangan rezeki, seolah sedang menikmati buah anugerah atas ibadah-ibadah mereka.

Kemiskinan juga sering dikaitkan dengan sifat malas dan pasif
Sebaliknya kekayaan adalah hadiah untuk gigih dan kreatif.

Kenapa?
Karena disaat kau tidak dapat menunjukkan hasil akhir, semua proses menjadi tidak penting

Kita pun akhirnya protes...

Bagaimana mau tenang menjalankan ibadah? jika isi kepala ini dipenuhi rasa ketakutan akan hari esok, rasa bersalah kepada keluarga setiap detik bahkan rasa lapar pada saat ini.

Dimana diri-Mu?
Tidakkah Engkau saksikan betapa kerasnya usaha kami?
Tidak Engkau saksikan betapa dalamnya doa kami?


Inilah penggalan perasaan yang mungkin dirasakan oleh sebagian dari kita.

Kita memang insan yang lemah iman. Sehingga segala ketetapan Allah SWT yang tak sejalan dengan logika kita akan terasa sangat berat.

Kita adalah insan yang masih menjadikan dunia bukan sebagai tempat persinggahan, sama saja saat sempit maupun lapang, bagi kita dunia adalah tempat yang nyata sementara akhirat bagai sebuah ilusi.

Lain halnya dengan Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang memang sengaja memilih hidup dengan kondisi bisa dibilang miskin menurut takaran pikiran manusia lemah iman seperti kita ini.

Rasulullah SAW dan para sahabatnya, saat itu adalah para entepreneur ulung sekaligus pemegang kendali pemerintahan, sehingga sangat memungkinkan jika mau hidup seperti layaknya raja-raja.

Tetapi ternyata tidak, bagi beliau, dunia ini hanya tempat singgah, dimana kesenangan dunia maupun kesulitan dunia malah seperti ilusi yang sama sekali tidak punya arti untuk mempengaruhi fokus beliau menuju tempat nyata yang kekal di akhirat.

Sehingga kesenangan maupun kesulitan dunia dijadikan ladang amal dalam menunaikan hakekat manusia diciptakan, yaitu beribadah kepada Allah SWT.


Berkata Amer bin Al Harits ra : "Ketika Rasulullah wafat, tidak ada meninggalkan suatu dirham, tidak satu dinar, tidak seorang hamba laki laki, tidak seorang hamba perempuan, dan tidak pula sesuatu. Melainkan baghalnya yang putih dan senjatanya, dan sebidang tanah yang beliau jadikan sebagai sedekah’."
(HR Bukhari, Muslim)

Kita memang insan yang lemah iman sehingga tetap memaksakan akal kita yang terbatas terhadap keputusan Allah SWT.

Persis seperti akal seorang anak kecil yang menangis keras saat orang tua mengambil kesenangan mereka untuk tujuan yang lebih baik.

Tetapi kita memang sedang dalam kesulitan yang benar-benar sangat sulit.
Kenapa kita harus mengalami hal ini?

Mungkin...

Mungkin ini memang azab atas dosa-dosa kita. Mohon ampunlah agar kita dibebaskan dari azab yang pedih ini, karena kita memang layak mendapatkannya dan bersyukurlah karena kita masih diingatkan disaat nafas kita masih berhembus sehingga masih ada kesempatan bertaubat.

Seseorang itu benar-benar terhalang dari rezeki karena dosa yang ia perbuat.” (HR. Ibnu
Majah dan al-Hakim, al-Hakim)

 

Mungkin ini adalah ujian nyata untuk membuktikan ketaqwaan kita, sebagaimana ujian untuk Nabi Ayyub AS. Karena nilai seorang fakir bersedekah tidaklah sama dengan seorang yang berkecukupan. Begitu pula dengan nilai ibadah-ibadah kita yang lain, yang dilakukan saat hati ini dipenuhi rasa kecemasan, ketakutan dan sebagainya karena Allah Maha Mengetahui, Maha Membalas Kebaikan dan Maha Adil.

 

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

".....Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba.
Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)."
(QS. Shad: 44)

 

Mungkin memang kondisi ini lah yang terbaik untuk kita disaat ini atau jika kita diberikan kelapangan rezeki malah membuat kita semakin menjauh dari Allah SWT dan menumpuk lebih banyak dosa-dosa.

“Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan akan menimpamu, namun yang aku takuti ketika dunia dihamparkan kepadamu.” (HR. Bukhari Muslim).

 

Oleh karena itu semoga segala kesulitan ini dapat diangkat dengan kondisi kita telah dapat mengambil hikmahnya, terhapus dari dosa-dosa, bertambahnya ketaqwaan serta menjadikan kita orang-orang yang sayang kepada mereka yang sedang dalam kesempitan saat kita dilapangkan rezekinya.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bersabar.

 

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 

Baca Juga :

Bersabar Saat Dalam Kelapangan Rezeki


NEWS

Ustadz Haikal Hassan Bersama Ulama Mendeklarasikan Dukungan Untuk Anies Baswedan Untuk Pilpres 2019

 

Ustadz Haikal Hassan beserta sejumlah ulama melalui 'Gerakan Indonesia untuk Indonesia' hari jumat ini mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden (capres) di pilpres 2019. 

Tata Cara Pengurusan Sertifikat Halal MUI

 

Sertifikat Halal MUI adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syari’at Islam. Sertifikat Halal MUI ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang. 

Bijaksana Dalam Share Di Media Sosial

 

Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Jika Islam adalah Sebuah Brand

 

Jika Islam adalah sebuah Brand, maka pendakwah adalah pemegang peranan fungsi Marketing dan Public Relation. Bila terjadi pergeseran persepsi, maka saatnya kita koreksi diri dan kembali kepada value dan cara memasarkan (dakwah) seperti yang diajarkan Rasulullah. 

Akhir Dakwah Petinju Legendaris, Muhammad Ali

 

Usai bersyahadat, Petinju legendaris yang dijuluki The Greatest (terbesar), Muhammad Ali berkata, ”Aku meyakini bahwa aku sedang berada di depan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia.”

EKONOMI SYARIAH

Dompet Dhuafa Kirim Dai Ambassador ke Berbagai Negara

 

Dompet Dhuafa akan mengirimkan 25 Dai Ambassador ke berbagai negara selama bulan suci Ramadhan. Tahun ini merupakan kali keenam Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengirimkan dai ke luar negeri secara berturut-turut sejak 2013 

Akhirnya Paytren Fintech Berbasis Syariah Mendapat Izin OJK

 

Ustadz Yusuf Mansur melalui Paytren merupakan salah satu figur contoh tokoh islam, yang selama ini telah berjuang untuk menunjukkan bahwa Umat Islam Indonesia sebagai golongan mayoritas harus menjadi pemain pasar utama di negaranya sendiri. Jangan cuma menjadi penonton atau cuma sebagai target pasar dari para pebisnis non muslim, apalagi pihak negara asing. 

Wujudkan Indonesia Sebagai Kiblat fashion Muslim Dunia

 

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Potensi ini harus menjadi sebuah modal awal untuk melangkah sebagai pemain terdepan. 

Kongres Ekonomi Umat 2017

 

Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) diselenggarakan pada 22-24 April 2017 di Hotel Sahid, Jakarta. 

WIEF Mendorong UKM Berbasis Islam Menjadi Bisnis Masa Depan

 

Forum WIEF berhasil menciptakan komitmen investasi di sektor UMKM senilai US$ 900 juta atau sekitar Rp 11,88 triliun. 

BELAJAR

Bab: Malu bagian dari iman

KITAB: IMAN

Bab: Malu bagian dari iman

 

Sholat Fardhu 5 Waktu

 

Sholat Fardhu (Sholat 5 Waktu) adalah kewajiban medirikan sholat sebanyak lima kali dalam satu hari diwaktu yang telah ditentukan bagi setiap muslim, baik laki laki maupun perempuan. Sholat Fardhu (Sholat 5 Waktu) merupakan rukun kedua dari 'Rukun Islam'. 

Rukun Islam

Rukun adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi, jadi Rukun Islam adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang muslim atau muslimat.

Bab: Penjelasan tentang sifat Munafik

1 KITAB: MUKADIMAH

Bab: Penjelasan tentang sifat Munafik

 

Bab: Hukum jilatan anjing

3 KITAB: THAHARAH

Bab: Hukum jilatan anjing

 

TAUSIYAH

Adab di Hari Raya

 

Hari raya bagi seorang muslim bukan sekedar berbahagia dan bersenang-senang tetapi justru merupakan momen untuk semakin menguatkan hubungan dengan Allah Subhana WaTa’ala

Bersabar Saat Dalam Kelapangan Rezeki

 

"Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan dan kekurangan pakaian, kecuali oleh sebab kebakhilan kaum berpunya. Ingatlah, Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih" (HR Ash-Shabuni).

Berbeda Tetapi Tetap Sayang

 

Sungguh walau kami berdua berbeda faham, tetapi beliau mau hadir untuk memberi tausiyah walau tidak ikut zikir bersama. Beliau tidak berqunut, tetapi saat sholat subuh di mesjid Az Zikra disamping abang, beliau ikut berqunut.

Mintalah Pertolongan Allah

 

Pernahkah kita merasa berada di titik nadir, dimana kesulitan yang kita miliki seolah-olah sudah tidak ada lagi jalan keluarnya?

Jangan Membenci Saat "Yang Berbeda" Bertanya

 

Seseorang bertanya, : "Kenapa Allah menurunkan Agama Yahudi dan Nasrani melalui nabi-nabinya? Jika Islam turun melalui Nabi Muhammad SAW, Bagaimana nasib Nabi-Nabi yang tidak beragama Islam sebelum jaman Rasulullah SAW?"

 

SEJARAH

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia. 

Nabi Ayyub AS

 

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

KH. Ahmad Dahlan

 

Pada usia 15 tahun, beliau berhaji sekaligus menuntut ilmu ke Mekah. Selama 5 tahun berguru kepada banyak tokoh besar Islam dunia, beliau juga mulai bersentuhan dengan berbagai pemikiran Islam pembaharu. 

Kisah Nabi Sulaiman, Semut & Cacing Buta

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

REFERENSI

Jadwal Khatib Sholat Ied Ustadz Subhan Bawazier 25 Juni 2017

 

Jadwal Khatib Sholat Ied Ustadz Subhan Bawazier 25 Juni 2017 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Adi Hidayat

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Adi Hidayat Mei 2017 

Turnamen Nasional Panahan Tradisional Horsebow Daarul Qur'an 4 Juni 2017

 

Turnamen Nasional Panahan Tradisional Horsebow Daarul Qur'an 4 Juni 2017 

Pesantren Daarut Tauhiid – Bandung

 

Inti aktivitas di Daarut Tauhiid adalah di bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Namun sebagai sebuah pesantren, maka pesantren Daarut Tauhiid terdapat beberapa keunikan atau kekhasan dibandingkan pesantren lain pada umumnya. 

Muhammad Syafii Antonio

 

Muhammad Syafii Antonio adalah seorang muslim keturunan Tiong Hoa yang menjadi pakar ekonomi syariah di Indonesia. 

DOA

Doa-Doa Para Nabi & Rasul

 

Doa Nabi Adam 

“Robbana zholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin“  

Doa Sebelum dan Sesudah Masuk Kamar Mandi (WC)

 

ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan

Doa Sebelum dan Sesudah Belajar

 

Robbii Zidnii ‘Ilmaa, Warzuqnii Fahmaa, Waj’alnii Minash-Shoolihiin

Ya Allah Tambahkanlah aku ilmu, Dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh.

Doa Sebelum Makan & Sesudah Makan

 

Allahuma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannaar.


Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa muslimin.

Doa Sebelum dan Sesudah Bepegian

 

BISMILLAHI TAWAKALTU 'ALALLAHI LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAH

Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah