sajada salam2

 

Ucapan Selamat Saat Idul Fitri dan Jawabannya

Idul Fitri merupakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah-ibadah pada bulan ramadhan, diantaranya yaitu puasa selama satu bulan penuh.

Saat hari raya idul fitri, kita terbiasa saling mengucapkan selama untuk sesama muslim, lalu bagaimana ucapan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan diikuti oleh sahabat Nabi? Bagaimana pula jawabannya?

Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan bahwa ucapan Idul Fitri yang diucapkan para sahabat ketika bertemu sahabat lainnya adalah taqabbalallahu minna wa minkum.

“Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari Id, mereka berkata kepada sebagian lainnya: taqabbalallahu minna wa minka,” jelas Ibnu Hajar di dalam kitab Fathul Baari.

Ibnu Taimiyah menambahkan, selain taqabbalallahu minna wa minkum, ada pula ucapan ‘ahallallahu ‘alaika.

Waktu Mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Kapankah mengucapkannya? Ibnu Taimiyah menjelaskan, ucapan taqabbalallahu minna wa minkum mulai diucapkan ketika seorang muslim bertemu dengan muslim lainnya setelah selesai shalat Id.

“Ucapan hari raya di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Id, ‘taqabbalallahu minna wa minkum’, ‘Ahalallahu ‘alaika’, dan sejenisnya ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya,” kata Ibnu Taimiyah.

 

Arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Taqabballahu minna wa minkum yang merupakan ucapan para sahabat kepada sesaa sahabat setelah shalat idul fitri adalah sebuah doa. Yang artinya, semoga Allah menerima (amal) dari kami dan (amal) dari kalian.

Ucapan ini sungguh sangat tepat. Setelah sebulan penuh berpuasa, setelah sebulan penuh beramal di bulan suci Ramadhan, sesama muslim saling mendoakan agar amal-amalnya, terutama puasa, diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Bagaimana Jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Jawaban taqabbalallahu minna wa minkum adalah doa yang sama: taqabbalallahu minna wa minkum. Sebagaimana riwayat yang menceritakan jawaban sahabat dan salafush shalih saat mendapatkan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum.

Dari Habib bin Umar Al Anshari, ayahnya bercerita kepadanya bahwa beliau bertemu dengan Watsilah radhiallahu ‘anhu ketika hari raya, maka ketika ia mengucapkan kepada Watsilah, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” Watsilah menjawab, “Taqabbalallahu minna wa minkum.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Mu’jam Al Kabir)

Dari Syu’bah bin Al-Hajjaj, ia berkata, “Saya bertemu dengan Yunus bin Ubaid, dan saya sampaikan, ‘Taqabbalallahu minna wa minka.’ Kemudian ia menjawab dengan ucapan yang sama.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Ad Du’a)

Demikianlah jawaban sahabat dan salafus shalih, ketika mendapatkan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum. Jawaban ini seperti perintah Allah dalam Al Qur’an,

 

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

“Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal.”

(QS. An Nisa’ : 86)

 

Bagaimana dengan Ucapan Lain?

Bagaimana dengan ucapan lain semisal minal aidin wal faizin, yang lebih populer diucapkan di Indonesia? Haramkah?

Ucapan “minal aidzin wal faizin” merupakan kependekan dari “ja’alanallahu minal aidzin wal faizin” yang artinya “semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang.” Sebagai doa, tentu hal itu tidak diharamkan. Boleh-boleh saja. Namun yang terbaik adalah yang diajarkan Rasulullah dan dipraktikkan oleh para sahabat.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 


BERITA

Masa Depan Rusia Akan Menjadi Milik Pemeluk Islam

Saksikanlah, barisan jutaan umat manusia yang beribadah dengan sangat teratur dan mengikuti shaf mereka masing-masing, dan hal itu tidak perlu diajarkan. Mereka berbaris dengan tertib tanpa harus diperintah.

Media Berita Yang Tunduk Pada Kemauan Pemodal

Jika disaat umat muslim yang sedang menjalankan keyakinannya umatnya sendiri disebut intoleran dan anti kebhinekaan, sementara oknum dari umat beragama lain yang mencampuri urusan umat muslim malah dianggap toleran dan pro kebhinekaan, maka pembelokkan opini sedang terjadi.

Peduli Masyarakat Sekitar, AXA Mandiri dan BAZNAS Salurkan Paket Ramadhan Bahagia

 

Pada tahun 2015 AXA Mandiri telah menyediakan perlindungan asuransi syariah melalui lebih dari 20 ribu polis asuransi dan pada tahun 2016 meningkat menjadi lebih dari 33 ribu polis asuransi syariah. 

RA. Kartini, Tafsir Al Qur'an dan KH. Saleh Darat

Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?"

Akhirnya Paytren Fintech Berbasis Syariah Mendapat Izin OJK

 

Ustadz Yusuf Mansur melalui Paytren merupakan salah satu figur contoh tokoh islam, yang selama ini telah berjuang untuk menunjukkan bahwa Umat Islam Indonesia sebagai golongan mayoritas harus menjadi pemain pasar utama di negaranya sendiri. Jangan cuma menjadi penonton atau cuma sebagai target pasar dari para pebisnis non muslim, apalagi pihak negara asing. 

TAUSIAH

Rahasia Waktu Subuh

"Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak."

Usia 40 Tahun, Belum Ada Minat Terhadap Agama, Pertanda Buruk Sisa Umur

Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. 

Pesantren Daarut Tauhiid – Bandung

Inti aktivitas di Daarut Tauhiid adalah di bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Namun sebagai sebuah pesantren, maka pesantren Daarut Tauhiid terdapat beberapa keunikan atau kekhasan dibandingkan pesantren lain pada umumnya.

Doa Sebelum dan Sesudah Masuk Kamar Mandi (WC)

ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan

Hijab Fashion Parade

Hijab Fashion Parade
Kamis, 15 Juni 2017
Hotel Sari Pan Pasific, Istana Ballroom. Jakarta

BELAJAR ISLAM

Nabi Ayyub AS

Iblis mengira ketaatan Nabi Ayub AS adalah hanyalah ketaatan untuk mengamankan kondisi ideal sang nabi agar terus dapat hidup dengan segala kenyamanan tersebut.

Sumber Ilmu Fiqih

Sumber fiqih adalah dalil-dalil yang dijadikan oleh syariat sebagai hujjah dalam pengambilan hukum. Dalil-dalil ini sebagian disepakati oleh ulama sebagai sumber hukum, seperti Al Qur’an, Sunnah dan Ijma’. Sebagian besar ulama juga menetapkan Qiyas sebagai sumber hukum ke empat setelah tiga sumber di atas

Hukum Dalam Fiqih

Hukum Dalam Fiqih Terbagi Menjadi Lima

Berbagai Metode Menghafal Al Qur'an (Tahfiz)

 

Dengan menghafal, bukankah artinya kita terus mengulang-ulang bacaan sehingga kita banyak mendapat pahala beserta manfaat-manfaat lainnya yang didapat untuk orang yang membaca Al Qur'an.

 

Keistimewaan Penghafal Al-Qur’an

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata’ala mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini dan merendahkann yang lain dengannya pula.” (H.R. Muslim)