Berbagai Metode Menghafal Al Qur'an

 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[*], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

[*] Yakni untuk dibaca, dihapal, dipahami, dipelajari dan direnungi. Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah memudahkan lafaznya untuk dibaca dan dihapal, maknanya untuk dipahami dan diiketahui. Hal itu, karena Al Qur’an adalah sebaik-baik perkataan, paling benar maknanya dan paling jelas keterangannya. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, “Kalau bukan karena Allah telah memudahkan Al Qur’an pada lisan manusia, tentu tidak satu pun makhluk yang dapat berbicara dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla.”

 

Al Qur'an merupakan mukjizat nyata warisan Rasulullah SAW, berupa firman Allah, yang bisa kita baca, tadaburi bahkan kita tanamkan (install) didalam diri kita dengan cara menghafalnya. Bahkan dengan menghafal, bukankah artinya kita terus mengulang-ulang bacaan sehingga kita banyak mendapat pahala beserta manfaat-manfaat lainnya yang didapat untuk orang yang membaca Al Qur'an.

Dengan menghafal Al Qur'an, kita pun menjadi selalu bersama Al Qur'an, yang dapat menjadi proteksi kita untuk kehidupan dunia dan akhirat. Berikut adalah metode cara menghafal Al Qur'an yang mungkin bisa memudahkan kita dalam menghafal Al Qur'an, Bahkan Allah sendiri yang berfirman dalam ayat diatas bahwa telah memudahkan Al Qur'an untuk dipelajari.

 


 

Metode Ustadz Adi Hidayat

1. Yakin bahwa ini adalah mudah.

karena Allah sendiri yang mengatakan (berfirman) dalam Alqur'an :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[*], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

[*] Yakni untuk dibaca, dihapal, dipahami, dipelajari dan direnungi. Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah memudahkan lafaznya untuk dibaca dan dihapal, maknanya untuk dipahami dan diiketahui. Hal itu, karena Al Qur’an adalah sebaik-baik perkataan, paling benar maknanya dan paling jelas keterangannya. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, “Kalau bukan karena 
Allah telah memudahkan Al Qur’an pada lisan manusia, tentu tidak satu pun makhluk yang dapat berbicara dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla.”

 

2. Gunakan mushaf standar hafalan.

Saat ini banyak beredar mushaf, diantaranya mushaf tajwid, mushaf tafsir dan sebagainya. Agar fokus tidak terpecah maka disarankan menggunakan mushaf standar hafalan (Mushaf Tahfiz).

 

3. Mengalokasikan waktu khusus

  • Al hifzh (Menghafal)
    • minimal satu jam satu hari, jika dibagi waktu sholat menjadi hanya 12 menit.
    • Saat terbaik menghafal Al Qur'an adalah diwaktu subuh (sebelum atau sesudah sholat subuh/fajar)
    • Maksimal 3 -5 ayat saja

 

  • Muraja'ah (Mengulang di waktu khusus)
    • Dibaca setiap sholat Sunnah.
    • Sempurnakan pada saat sholat tahajud.

 

SABTU AHAD SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
 3 Ayat  2 Ayat  Ulang  2 Ayat  2 Ayat  1 Ayat  Ulang
 Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha  Dhuha
 Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur  Dzuhur
 Ashar  Ashar  Ashar  Ashar  Ashar  Ashar  Ashar
 Maghrib  Maghrib  Maghrib  Maghrib  Maghrib   Maghrib  Maghrib
 Isya  Isya  Isya  Isya  Isya  Isya  Isya
 Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud  Tahajud



  • Mudzakarah (mengulang di waktu Luang)

Mengulang disetiap waktu luang, misal saat macet dijalan.

 

4. Menentukan guru atau perangkat terbaik.

Harus ada guru untuk mengkoreksi bacaan agar tidak terlanjur menghafal sesuatu yang salah diwajibkan ada guru, jika tidak ada cari perangkat yang dapat membantu, seperti aplikasi atau video bacaan Al Qur'an yang dibaca dengan benar.

 

5. Meluruskan niat dan mengikhlaskan hati

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ

Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

 

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

 

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

(QS Al Qiyamah Ayat 16-18)


Jangan ingin cepat-cepat menghafal, karena Alqur'an itu dapat kita hafal adalah karena Allah yang mengumpulkannya didalam dada kita.

 


6. Berdoa memohon kemudahan dan keberkahan.

Saat sebelum menghapal, mintalah agar dimudahkan. Jika sudah hafal mintalah agar Al quran tetap tertanam pada diri kita (tidak lupa).

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 


 

Metode Ustadz Yusuf Mansyur


1. Saat seseorang akan menghafal Alqur'an, jangan cepat berpindah ayat, diulang dahulu sekitar 20-40 kali, biarkan hafal dengan sendirinya (karena pengulangan).

2. kalau Ayat terlalu panjang, dipotong bagian-bagiannya yang sanggup kita hafal.

3. Menghafal itu di nikmati, bukan dipercepat. Dinikmati, diresapi hingga ayat itu menyatu dengan darah dan daging kita. Dengan hati dan pikiran kita

4. Pakai ayat yang kita telah hafal di dalam sholat-sholat sunah.

5. Lihat nomor ini 922 922 922. lalu tutup artikel ini. Pasti langsung hafal. Itulah “Hafalan Bohong”. karena hanya bersifat sementara, bagaimana ingatan anda akan nomor tadi, Minggu depan? Bulan depan? Pasti lupa.

6. Dengan menghafal Alqur'an, secara otomatis kita akan sering membacanya, itu sama saja dengan menabung pahala dan kebaikan bergunung-gunung

7. Yang memiliki hajat, misalnya, belum berjodoh, ingin punya keturunan, bebas hutang dan sebagainya minta sama Allah agar diberikan bonus selain pahala menghafal Alqur'an.

 

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif

 


 

Metode Ustadz Deden

1. Menghafal tidak harus hafal

Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yang berbeda-beda pada tiap orang.

Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs -yang mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya- yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun.

Target menghafal bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan banyak waktu bersama Al Qur'an.

 

2. Bukan untuk diburu-buru, bukan untuk ditunda-tunda

Jika kita sudah menetapkan durasi, misalkan, sekian jam disediakan secara khusus untuk menghafal misalnya, maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah.

Jangan berpindah ayat jika belum benar-benar hafal. Nikmati saja saat-saat ini. Saat dimana kita bercengkrama dengan Allah, bukankah satu huruf melahirkan sepuluh pahala bukan?

Tapi ingat, bukan berarti kita menunda-nunda waktu. Usahakan punya waktu khusus

 

3. Menghafal bukan untuk khatam, tapi untuk setia bersama Qur’an

Kondisi hati yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR. Mungkin kita sering mendengar kalimat “Menghafal itu harus sabar”,

Sebenarnya tidak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayat-ayat itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat-cepat kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (khatam).

Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN. Untuk apa khatam jika tidak pernah diulang? Setialah bersama Al-Qur’an.

 

4. Senang dirindukan ayat

Jika Ayat-ayat yang sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga menempel pada memori, sebenarnya ayat itu sedang ingin bersama kita. Cobalah dibaca arti dan tafsirnya. Bisa jadi ayat itu adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita.

 

5. Menghafal sesuap-sesuap

Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang-ulang.

Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pakai sendok teh tidak nikmat karena terlalu sedikit, begitu pula makan pakai centong nasi bikin muntah karena terlalu banyak.

Menghafal-pun demikian. Jika “‘amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “‘amma” diulang-ulang.

Jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “‘anin nabail ‘adzhim” kemudian diulang-ulang. Sesuaikan dengan kemampuan ‘menelan’ masing-masing anda.


6. Fokus pada perbedaan, baikan persamaan

Banyak ayat yang sama atau mirip dalam Al Qur'an, misal ayat “Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, Maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman, karena ada pengulangan, ini adalah bonus. Sehingga kita bisa fokus menghapal pada ayat lainnya.


7. Pastikan ayatnya bertajwid

Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya).

Jangan dibiasakan otodidak dalam hal apapun yang berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif




 

Metode Ustadz Rony

Menghafal dengan Otak Kanan

Sebagai penemu Mengafal al-Quran dengan otak kanan, Alumnus Fakuktas Syariah ISID (UNIDA) Gontor Jawa Timur ini melatih peserta pelatihan dengan gerakan untuk mengasah fokus. Terus berusaha fokus merupakan salah satu tantangan dalam proses menghafal al-Quran.

Beberapa pelatihan senam fokus (secara lebih lengkap disampaikan di buku beliau) adalah senam jari dan tangan. Mulai gerakan jari ke kanan dan kiri,menggerakkan jempol kiri di depan mata secara horisontal ke kanan dan kiri, lalu ada gerakan tangan kanan ke arah atas-bawah sementara tangan kiri ke kanan dan kiri dan sebagainya.

Senam tersebut bisa dilakukan secara rutin, masing-masing gerakan 3 menit setiap hari. Ini untuk menstimulasi kerja otak kanan agar dapat fokus pada sesuatu, memperkuat hafalan bahkan meminimalisasi kepikunan.

Sambil melatih otak kanan dengan gerakan senam tersebut, Ustad Rony mengenalkan metode menghafal al-Quran melalui 3 tahap, yakni Azam, Yaqra’ dan Talqin.

 

A. Azam

Merupakan kunci utama dalam proses mengahafal Al-Quran. Karena pondasi dan kekokohan komitmen menghafal ditempa di tahap ini.

Azam ini merupakan keinginan yang kuat, yang akan bertemalikan dengan tekad yang kuat, niat ikhlas, semangat tinggi dan kepemilikan akan target yang jelas.

 

Adapun praktek Azam bisa dilakuakan secara kontinyu melalui :

  • Konsentrasi.
  • Bernafas dengan teratur dan tidak tergesa
  • Mengondisikan tubuh untuk rileks.

 

B. Yaqra

Yaqra adalah membaca ayat berulang dan berkesinambungan.Praktek Yaqra dilakukan dengan tahapan berikut :

  • Membaca satu ayat minimal dibaca 5 kali (lebih banyak, lebih baik).
  • Membaca dan memahami terjemah ayat yang dibaca.
  • Mengingat kata pertama di ayat yang kita baca.
  • Mengingat huruf pertama (pada kata pertama) di ayat yang kita baca.
  • Merasakan ketenangan seolah sedang berbicara dengan Allah.
  • Mengulangi bacaan sambil mengingat terjemah/makna.

 

C. Talqin

Talqin adalah pendiktean. Talqin ini dimaksudkan untuk memastikan (kebenaran) penyampaian/pengucapan/hafalan.

Tahapan ini untuk memastikan bahwa ayat yang sudah dibaca dan (akan/telah) dihafal sudah diklarifikasi penyampaiannya melalui instrumen simbol berupa huruf latin.

Menurut Ust Rony, di tahapan inilah, optimalisasi kerja otak kanan dilakukan. Di samping mengingat (fungsi otak kiri) kata dan huruf pertama ayat, juga mengkait-eratkannya dengan (transliterasi) melalui simbol huruf latin.

 

Praktek Talqin dilakukan dengan:

  • Mengingat simbol huruf latin sebagai pengikat hafalan ayat
  • Sembari menggunakan cara di atas, silahkan membaca ayat yang akan (/telah) dihafal min. 5 kali.
  • Mengulangi hafalan dengan mengingat simbol latin atas huruf pertama di ayat yang sedang dihafal.

 

Wallahu a’lam bish-shawab

SAJADA Media Islam Inspiratif


BELAJAR ALQUR'AN

 

BERITA

Berbagai Kampus Tawarkan Kemudahan Untuk Penghafal Al Qur'an

 

Bagi remaja muslim penghafal Al Qur'an, yang punya keinginan melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi tapi tidak memiliki biaya, informasi ini bisa menjadi kabar baik.

Fatwa MUI Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. Fatwa ini mengatur banyak hal, mulai dari cara membuat postingan media sosial cara memverifikasi hingga buzzer.

Menanti Ijtihad Politik melalui Ijtima Ulama 2

 

Perjalanan GNPF 212 memperjuangkan hadirnya nafas Islam dalam roda perpolitikan di Indonesia rupanya masih harus kembali mendaki.

Jangan Menunggu Ekonomi Syariah Dikuasai Non Muslim

 

Tak cuma negara-negara berpenduduk muslim, perkembangan ekonomi syariah, rupanya juga menjamur di negara-negara Eropa. Ini terjadi saat krisis global. Tidak ada satu pun sektor yang bisa menghindari krisis global, akan tetapi keuangan syariah menunjukan ketahanan yang sangat luar biasa. Hal ini pun memicu ketertarikan negara Barat lainnya terhadap konsep ekonomi Islam, seperti Perancis, Jerman, dan Italia yang pada akhirnya juga mengadopsi sistem ini.

Merayu Ulama & Membuka Deislamisasi Sejarah

 

Sejak jaman Indonesia baru merdeka hingga sekarang, Ulama dicari disaat butuh, kemudian dipinggirkan bahkan dimusuhi saat hajat politik telah terpenuhi.

Kali ini kita berharap ulama hanya membantu pihak yang benar-benar akan memperjuangkan Islam, bukan melalui 'Janji Politik' tetapi melalui 'Kontrak Politik' yang jelas dan tegas mengenai apa saja yang akan diperjuangkan beserta konsukuensi jika tidak dilakukan.

TAUSIAH

Apa Yang Akan Kau Makan Nak, Jika Aku Wafat?

 

Bukankah untuk anak apapun akan kita lakukan? Akan sangat menyedihkan jika bukan ucapan terimakasih dan pelukan sayang yang kita terima saat berada di negeri akhirat, tetapi pemandangan buruk dari siksaan yang mereka terima dan tuntutan keadilan.

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Adi Hidayat

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Adi Hidayat Mei 2017 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Haikal Hassan 11 Juni 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Ustadz Haikal Hassan 11 Juni 2017

Kajian Kajian Ba'da Isya 20.00 | Granada Al Andalus The Surrender 1492 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Abdullah Gymnastiar 2017

 

Jadwal Majelis Taklim, Ceramah, Tausiyah Abdullah Gymnastiar 2017 

Muhammad Syafii Antonio

 

Muhammad Syafii Antonio adalah seorang muslim keturunan Tiong Hoa yang menjadi pakar ekonomi syariah di Indonesia. 

BELAJAR ISLAM

Rukun Islam

Rukun adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi, jadi Rukun Islam adalah hal-hal yang disyaratkan atau harus dipenuhi untuk menjadi seorang muslim atau muslimat.

Syarat Sah Sholat

 

Untuk melaksanakan Sholat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sholat yang kita lakukan menjadi sah atau  diterima oleh Allah SWT. 

Huruf Hijaiyah

 

Agar bisa membaca Al-Qur’an, kita perlu mengenali huruf-huruf hijaiyah, yang juga merupakan huruf dalam bahasa Arab. 

Tanda Baca (Harakat)

 

Harakat (Arab: حركات, dibaca harakaat) digunakan untuk mempermudah cara melapazkan huruf dalam tiap ayat Al Quran.  

KH. Hasyim Asy'ari

 

Hasyim Asy'arie kemudian memutuskan untuk kembali ke Mekkah dan menetap di sana selama kurang lebih tujuh tahun. Di Mekkah beliau banyak berguru ke ulama-ulama besar baik dari Mekkah sendiri maupun ulama Indonesia.